Serikat Pers Republik Indonesia
SPRI
Memuat...
support@spri.or.id (021) 634-0960 Senin–Jumat, 09.00–17.00 WIB
Ikuti Kami:
● TERKINI
    SPRI Gelar Kongres Nasional ke-5 di Jakarta   ●   Pendaftaran Anggota Baru SPRI Dibuka Hingga 30 April 2026   ●   SPRI Desak Pemerintah Lindungi Kebebasan Pers Indonesia   ●   Rakernas SPRI 2026 Ditetapkan Bulan Juni di Jakarta   ●   SPRI Berikan Penghargaan Jurnalis Terbaik 2025
Organisasi

Jelang IPO PAM Jaya, SPPRI Tegaskan Media Center dan Wartawan Bersertifikat BNSP Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Super Admin Selasa, 14 April 2026 15 pembaca

Ketua SPPRI Heintje Grontson Mandagie menegaskan bahwa keberadaan media center dan wartawan bersertifikat BNSP menjadi kunci utama keberhasilan IPO PAM Jaya, karena informasi publik yang akurat dan berimbang langsung memengaruhi kepercayaan investor di pasar modal.

Jelang IPO PAM Jaya, SPPRI Tegaskan Media Center dan Wartawan Bersertifikat BNSP Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Ketua SPPRI Heintje Grontson Mandagie menegaskan bahwa keberadaan media center dan wartawan bersertifikat BNSP menjadi kunci utama keberhasilan IPO PAM Jaya, karena informasi publik yang akurat dan berimbang langsung memengaruhi kepercayaan investor di pasar modal. Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPPRI), Heintje Grontson Mandagie, tampil sebagai pembicara kunci dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pentingnya SDM Kompeten & Informasi Publik Menjelang IPO BUMD" yang diselenggarakan Asosiasi Industri Content Cyber Indonesia (ASICI) di Graha Finelink, Jakarta, 22 Oktober 2025.

Ia menegaskan bahwa pembentukan media center dan penugasan wartawan bersertifikat BNSP merupakan syarat mutlak menjelang Initial Public Offering (IPO) Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya). Tanpa mekanisme komunikasi publik yang terstandar, risiko pemberitaan tidak akurat akan meningkat dan berpotensi merusak reputasi BUMD di mata investor.

Oleh karena itu, aspek komunikasi publik harus dikelola dengan standar tertinggi, sejajar dengan kesiapan keuangan dan tata kelola perusahaan. FGD ini menjadi bagian dari strategi transformasi PAM Jaya menuju BUMD modern berstandar global yang siap melantai di pasar modal.

Dengan demikian, kesiapan SDM, transparansi informasi, dan profesionalisme komunikasi publik membentuk tiga fondasi utama yang tidak bisa dipisahkan. 

Heintje Mandagie: Wartawan Tidak Kompeten Picu Sentimen Negatif yang Rugikan Proses IPO Heintje Grontson Mandagie memperingatkan bahwa wartawan tanpa sertifikasi BNSP berpotensi menghasilkan pemberitaan yang tidak akurat dan tidak berimbang. Pemberitaan semacam itu, menurutnya, langsung membangun sentimen negatif yang merugikan proses IPO secara nyata. "Media center dan wartawan peliput bersertifikat BNSP sangat penting agar informasi publik tersampaikan akurat dan berimbang," tegas Heintje.

Sertifikasi BNSP, sambungnya, bukan sekadar formalitas administratif, melainkan jaminan kompetensi yang melindungi reputasi korporasi di ruang publik. Selain itu, ia menekankan bahwa media center berfungsi sebagai titik koordinasi informasi antara BUMD dan masyarakat secara terstruktur. Tanpa pusat komunikasi yang terorganisasi, informasi beredar liar dan rentan dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kombinasi antara media center yang kuat dan jurnalis kompeten, tegasnya, merupakan perisai reputasi PAM Jaya menjelang IPO. PAM Jaya Tegaskan IPO sebagai Komitmen Transparansi, Bukan Sekadar Penggalangan Dana GM PAM Jaya Gatra Vaganza menegaskan bahwa rencana IPO PAM Jaya bukan semata-mata instrumen penggalangan modal, melainkan wujud komitmen nyata membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan. Profesionalisme dan integritas SDM, menurutnya, menjadi fondasi yang menentukan apakah IPO ini akan diterima baik oleh pasar atau tidak.

Sementara itu, Totok Sediyantoro memperkuat argumen tersebut dengan menekankan bahwa sertifikasi kompetensi SDM BUMD adalah keharusan strategis. Tanpa SDM tersertifikasi, seluruh kesiapan teknis dan keuangan IPO akan kehilangan kredibilitasnya di hadapan regulator dan investor.

Maria Ellen Fransisca Y. dan Jongki D. Widjaja menambahkan dimensi penting lain, yakni pentingnya corporate university untuk membangun budaya belajar yang adaptif. Keduanya juga menyoroti kesiapan tata kelola yang matang, mencakup manajemen risiko, pelaporan keuangan, dan penerapan good corporate governance sebagai prasyarat IPO.

Tiga Fondasi IPO PAM Jaya: SDM Kompeten, Transparansi Informasi, dan Komunikasi Publik Profesional FGD ini menghasilkan kesimpulan tegas bahwa keberhasilan BUMD menuju IPO bertumpu pada tiga pilar yang saling menopang: kesiapan SDM, transparansi informasi, dan profesionalisme komunikasi publik. Ketiga elemen ini tidak bisa berdiri sendiri — kelemahannya pada satu pilar akan memengaruhi kekuatan dua pilar lainnya. Penekanan Heintje Grontson Mandagie terhadap media center dan wartawan bersertifikat BNSP memperkuat posisi komunikasi publik sebagai pilar yang selama ini kerap diabaikan dalam perencanaan IPO BUMD. Padahal, persepsi publik di ruang media secara langsung membentuk sentimen pasar modal terhadap saham yang ditawarkan. PAM Jaya melalui serangkaian kegiatan ini berkomitmen menjadi BUMD yang transparan, kompeten, dan terpercaya. Selain itu, perusahaan terus menghadirkan layanan air minum berkualitas bagi seluruh warga DKI Jakarta sambil mempersiapkan diri memenuhi standar pasar modal yang ketat.

Info Berita
Kategori Organisasi
Penulis Super Admin
Tanggal 14 Apr 2026
Dibaca 15x
TOP