Upaya Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) memperkuat tata kelola dan transparansi menjelang rencana Initial Public Offering (IPO) menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Asosiasi Industri Content Cyber Indonesia (ASICI). Bertajuk “Pentingnya SDM Kompeten & Informasi Publik Menjelang IPO BUMD,” diskusi ini secara khusus menyoroti kesiapan komunikasi publik, yang mana Heintje Grontson Mandagie, Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPPRI), tampil sebagai pembicara kunci.
Dalam acara yang diadakan di Graha Finelink, Jakarta, pada 22 Oktober 2025 Heintje Grontson Mandagie secara lugas menekankan peran krusial komunikasi yang akurat dan berimbang sebagai penopang utama kepercayaan publik dan investor.
“Media center dan wartawan peliput bersertifikat BNSP sangat penting agar informasi publik tersampaikan akurat dan berimbang,” tegas Heintje Grontson Mandagie.
Menurut Ketua SPPRI ini, pembentukan media center merupakan kebutuhan mutlak sebagai sarana vital untuk koordinasi informasi yang efektif antara BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan masyarakat. Ia memperingatkan bahwa tanpa adanya mekanisme ini dan wartawan yang kompeten, risiko sentimen negatif dari pemberitaan tidak akurat akan meningkat, yang dapat merugikan proses IPO.
“Hal ini untuk mencegah sentimen negatif akibat pemberitaan dari wartawan yang tidak kompeten,” tambahnya, menggarisbawahi standar kompetensi pers yang dijamin oleh sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Konteks Kesiapan IPO BUMD
FGD ini adalah bagian dari strategi transformasi PAM Jaya menuju BUMD modern berstandar global. Selain Heintje Mandagie, hadir pula narasumber strategis lainnya, termasuk Gatra Vaganza (GM PAM Jaya), Jongki D. Widjaja (PT Ernst & Young Indonesia), Maria Ellen Fransisca Y. (Asosiasi Data Analitik), dan Totok Sediyantoro, MBA, Ph.D. (Ketua LSP SDMTIK).
Gatra Vaganza sebelumnya telah menyampaikan bahwa IPO adalah komitmen PAM Jaya dalam membangun kepercayaan publik, dengan profesionalisme dan integritas SDM sebagai fondasi utamanya. Hal ini sejalan dengan pandangan Totok Sediyantoro yang menekankan bahwa sertifikasi kompetensi SDM BUMD adalah keharusan, bukan sekadar formalitas.
Namun, kontribusi spesifik dari SPPRI, melalui Heintje Mandagie, menegaskan bahwa kombinasi antara SDM internal yang kompeten dan pengelolaan informasi publik yang terbuka dan profesional adalah kunci ganda untuk reputasi korporasi yang sehat dan kepercayaan investor.

Maria Ellen Fransisca Y. dan Jongki D. Widjaja juga mendukung narasi ini, menyoroti pentingnya corporate university untuk budaya belajar dan kesiapan tata kelola yang matang, termasuk keuangan, manajemen risiko, dan good corporate governance.
Secara keseluruhan, diskusi menyimpulkan bahwa suksesnya BUMD menuju IPO bertumpu pada tiga fondasi utama: kesiapan SDM, transparansi informasi, dan profesionalisme komunikasi publik. Penekanan Heintje Grontson Mandagie terhadap perlunya media center dan wartawan bersertifikat BNSP menjadi penegas bahwa aspek komunikasi publik harus dikelola dengan standar tertinggi untuk menjamin akurasi dan memitigasi risiko di mata publik dan pasar modal.
PAM Jaya melalui kegiatan ini berkomitmen untuk menjadi BUMD yang transparan dan kompeten, serta terus menghadirkan layanan air minum berkualitas bagi warga DKI Jakarta.

Discussion about this post